HomeIptech"Mali," Influencer Virtual AI Pertama Dunia, Hadirkan Era Baru Kolaborasi Digital dalam...

“Mali,” Influencer Virtual AI Pertama Dunia, Hadirkan Era Baru Kolaborasi Digital dalam Pariwisata

BabelEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Sebuah terobosan inovatif dalam industri pariwisata dan budaya digital baru saja diumumkan di ajang China International Travel Mart (CITM) 2025 yang diadakan di Haikou, Provinsi Hainan.

Mali, seorang influencer virtual yang dikembangkan oleh China Media Group (CMG), telah resmi diangkat oleh Otoritas Pariwisata Thailand (TAT) sebagai Experience Officer—duta digital pertama untuk pariwisata budaya Thailand.

Gelar ini bukan hanya simbol prestasi bagi Thailand dan China, tetapi juga mencerminkan kemajuan besar dalam kolaborasi internasional yang menggunakan teknologi AI untuk mempromosikan budaya dan pariwisata.

Mali : Influencer Virtual Berbasis Kecerdasan Buatan

Mali adalah influencer virtual pertama yang menggabungkan kecerdasan buatan (AI) dengan pengalaman budaya dan pariwisata yang mendalam. Dibuat oleh Pusat Program Asia-Afrika CMG, Mali telah menjadi ikon digital dalam dunia pariwisata.

Dengan lebih dari 1,4 juta pengikut online, Mali memanfaatkan teknologi AI untuk menciptakan konten interaktif yang memandu penonton ke berbagai destinasi wisata, festival budaya, dan pengalaman unik dari berbagai belahan dunia.

Sejak diluncurkan, Mali telah meraih lebih dari 150 juta penayangan video. Keunikan Mali terletak pada penggunaan model virtual blogger yang memungkinkan influencer ini tidak hanya mempromosikan destinasi, tetapi juga berinteraksi secara personal dengan penggemarnya.

Melalui pendekatan personalized perspective dan virtual blogger + real-life experience model, Mali berhasil menghidupkan pengalaman pariwisata dan budaya melalui layar digital.

Kolaborasi China-Thailand dalam Era Digital

Keputusan untuk mengangkat Mali sebagai Experience Officer Thailand adalah hasil dari kolaborasi digital yang semakin mendalam antara China dan Thailand.

Pemerintah Thailand, yang selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata terbesar di dunia, melihat potensi besar dalam teknologi virtual untuk meningkatkan visibilitas dan daya tarik pariwisata mereka di kancah internasional.

See also  Dari Silaturahmi Menuju Transformasi Diri, Rudianto Tjen Ucapkan Selamat IdulFitri 1447H

Kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik antara China dan Thailand, menandai babak baru dalam kerjasama kedua negara.

Pada acara tersebut, turut hadir Ibu Thapanee Kiatpaiboon, Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand, dan Ibu Zhang Hui, Wakil Direktur Pusat Asia-Afrika CMG.

Keduanya memuji pengangkatan Mali sebagai langkah signifikan dalam memperkenalkan potensi pariwisata Thailand kepada dunia, terutama kepada Generasi Z yang semakin terhubung dengan dunia digital.

Dalam video berdurasi dua menit yang diluncurkan bersamaan dengan pengangkatan Mali, Thailand memanfaatkan influencer virtual ini untuk mempromosikan keunikan budaya dan destinasi wisata Thailand.

Video tersebut menggambarkan pesona keindahan alam Thailand, kuliner, serta kekayaan festival budaya yang menjadikannya sebagai destinasi yang harus dikunjungi.

Menargetkan Generasi Z dengan Teknologi Digital

Salah satu strategi utama dalam kolaborasi ini adalah untuk lebih mendekatkan pariwisata Thailand kepada audiens muda, terutama Generasi Z, yang sangat aktif di dunia digital.

Pihak Otoritas Pariwisata Thailand melihat bahwa penggunaan teknologi AI, seperti Mali, dapat menjadi jembatan yang efektif untuk menjangkau generasi yang sangat dipengaruhi oleh media sosial dan konten digital.

Melalui program perjalanan mini yang digagas oleh Mali, Thailand berencana untuk mengintegrasikan lebih dalam keunikan festival dan atraksi wisata mereka.

Mali akan memandu audiens dalam perjalanan virtual yang memberi mereka pengalaman seolah-olah berada di Thailand, mengunjungi tempat-tempat ikonik seperti Grand Palace di Bangkok, Festival Songkran, dan berbagai desa tradisional yang menyajikan seni dan kerajinan lokal.

“Mali membawa kita ke dalam era baru, di mana pariwisata dapat diperkenalkan secara lebih mendalam melalui teknologi digital.

Ini adalah langkah yang sangat strategis untuk menjangkau audiens global yang lebih muda dan melek teknologi,” ujar Ibu Thapanee Kiatpaiboon, Gubernur Otoritas Pariwisata Thailand, saat berbicara di acara peluncuran.

See also  The Next Wave of Superheroes Has Arrived with Astonishing Impact

Menghadirkan Pariwisata Budaya dalam Dimensi Virtual

Salah satu daya tarik utama yang ditawarkan oleh Mali adalah kemampuannya untuk menggali dan memperkenalkan warisan budaya yang ada di setiap destinasi yang ia promosikan.

Sebagai contoh, dalam promosi pariwisata budaya Thailand, Mali tidak hanya menunjukkan gambar-gambar indah dari tempat-tempat wisata, tetapi juga memberikan penjelasan yang mendalam tentang makna budaya di balik setiap destinasi tersebut.

Selain itu, penggunaan AI memungkinkan Mali untuk menyesuaikan konten berdasarkan preferensi dan minat audiens. Penggunaan teknologi ini memberikan nilai lebih, mengingat bahwa audiens digital, terutama Generasi Z, lebih suka pengalaman yang dipersonalisasi.

Inilah yang membuat Mali begitu relevan dalam era ini: ia mampu menghadirkan konten yang tak hanya menghibur, tetapi juga edukatif dan penuh wawasan budaya.

Jembatan Budaya dan Pariwisata China-Thailand

Kerja sama antara China dan Thailand dalam menggunakan influencer virtual AI sebagai duta pariwisata juga mencerminkan tren baru dalam hubungan budaya internasional.

Selain mempromosikan pariwisata Thailand, Mali juga akan membantu mempromosikan budaya dan pariwisata China, yang merupakan pasar besar bagi Thailand.

Dengan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara, Mali diharapkan dapat menjadi simbol dari kolaborasi yang lebih erat dalam sektor budaya dan pariwisata.

Sebagai “duta digital,” Mali diharapkan dapat membangun jaringan komunikasi yang lebih kuat antara China dan Thailand, serta memperluas jangkauan promosi pariwisata kedua negara ke seluruh dunia.

Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi, peran Mali sebagai influencer virtual akan menjadi semakin penting dalam mendobrak batasan-batasan tradisional dalam promosi pariwisata.

Ke depannya, kedua negara berharap dapat menjalin kerja sama lebih lanjut, dengan Mali menjadi pelopor dalam inovasi digital untuk industri pariwisata.

See also  Dari Sungai ke Jeruji, Strategi Polairud Bongkar Narkoba

Membawa Pariwisata ke Tingkat Global

Mali, yang sudah memiliki pengikut lebih dari 1,4 juta orang di platform media sosial, dapat membawa pariwisata Thailand ke tingkat global.

Dengan menggunakan teknologi AI, Mali tidak hanya akan mempromosikan destinasi wisata Thailand, tetapi juga membuka peluang bagi destinasi-destinasi lain di Asia Tenggara untuk mendapatkan perhatian internasional.

Hal ini akan menjadi win-win solution bagi kedua negara, serta membuka potensi besar dalam sektor pariwisata.

Kedepannya, proyek ini tidak hanya akan melibatkan Thailand, tetapi juga dapat diperluas ke negara-negara ASEAN lainnya.

Dengan Mali sebagai jembatan budaya, kolaborasi antara negara-negara Asia dapat menciptakan pasar pariwisata yang lebih luas, berbasis pada pengalaman digital yang dapat dinikmati oleh audiens global.

Melalui pengangkatan Mali sebagai Experience Officer Thailand, kolaborasi China dan Thailand menunjukkan arah baru dalam industri pariwisata digital.

Teknologi AI dan influencer virtual membuka potensi besar untuk memperkenalkan kekayaan budaya kedua negara kepada dunia.

Dengan mendekatkan pengalaman pariwisata kepada audiens muda melalui platform digital, Mali memberikan panduan yang lebih interaktif dan edukatif dalam menjelajahi destinasi wisata global.

Kerja sama ini tidak hanya akan memperkuat hubungan antara China dan Thailand, tetapi juga berpotensi mengubah cara dunia memandang dan mengakses pariwisata. Mali adalah simbol masa depan industri pariwisata yang lebih terhubung, digital, dan berbasis pengalaman. | BabelEkspress.Com | */REdaksi | *** |

RELATED ARTICLES

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments