HomeBabelJaga Stabilitas Pangan & Senyum Warga ; Bupati Beltim Turun ke Pasar...

Jaga Stabilitas Pangan & Senyum Warga ; Bupati Beltim Turun ke Pasar Manggar Jelang Lebaran

BabelEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Menjelang datangnya hari besar keagamaan, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Aktivitas masyarakat yang meningkat menjelang Lebaran sering kali memicu lonjakan permintaan berbagai kebutuhan pokok, sehingga pengawasan langsung ke pasar menjadi langkah penting untuk memastikan harga tetap terkendali dan stok pangan mencukupi.

Dalam upaya menjaga stabilitas tersebut, Bupati Kabupaten Belitung Timur, Kamarudin Muten, bersama Wakil Bupati Khairil Anwar dan Sekretaris Daerah Erna Kunondo melakukan peninjauan langsung ke pusat aktivitas perdagangan masyarakat di Pasar Lipat Kajang Manggar, Jumat pagi (13/3/2026) lalu.

Kunjungan yang dilakukan pada H-8 menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah tersebut menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah untuk memastikan kondisi pasar tetap stabil, baik dari sisi harga maupun ketersediaan bahan pangan.

Peninjauan ini juga diikuti sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah yang tergabung dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah Kabupaten Belitung Timur.

Kehadiran TPID menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara permintaan dan pasokan bahan pokok, terutama menjelang momentum Lebaran yang identik dengan peningkatan konsumsi masyarakat.

Sejak pagi hari, suasana Pasar Lipat Kajang Manggar terlihat cukup ramai meskipun belum mencapai puncak aktivitas belanja menjelang Lebaran. Para pedagang tampak menata berbagai komoditas dagangan mulai dari sayuran, ikan, daging, hingga bumbu dapur yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Bupati bersama rombongan berjalan menyusuri lorong-lorong pasar sambil memantau harga berbagai komoditas secara langsung. Tidak hanya melihat daftar harga yang tertera, Bupati juga berdialog dengan para pedagang dan pembeli untuk mengetahui kondisi pasar secara lebih mendalam.

Interaksi langsung dengan masyarakat ini memberikan gambaran nyata mengenai dinamika perdagangan di pasar tradisional, sekaligus menjadi sarana bagi pemerintah untuk mendengar langsung aspirasi para pelaku usaha kecil.

Usai melakukan peninjauan di beberapa lapak pedagang, Bupati Kamarudin Muten menyampaikan bahwa secara umum harga bahan pokok di Pasar Manggar masih berada dalam kondisi relatif stabil.

See also  Revolusi Meja Goyang Dorong Hilirisasi Tambang & Efisiensi Ekonomi

“Kalau kita lihat di pasar Manggar ini harganya masih cukup stabil. Ada yang naik sedikit seperti udang, tapi secara umum masih aman. Ayam masih sekitar Rp42 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram, masih harga standar,” kata Kamarudin kepada awak media.

Pernyataan tersebut memberikan kabar baik bagi masyarakat Belitung Timur yang tengah mempersiapkan kebutuhan menjelang Lebaran. Stabilitas harga bahan pokok menjadi faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama bagi keluarga yang akan mengadakan berbagai hidangan khas Lebaran.

Namun demikian, Bupati juga mencatat adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas tertentu yang biasanya mengalami peningkatan permintaan menjelang hari raya.

Salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah daging sapi yang saat ini berada di kisaran Rp170 ribu per kilogram.

Meski demikian, Kamarudin menegaskan bahwa harga tersebut masih berada dalam batas yang diperbolehkan sesuai ketentuan pemerintah, yaitu masih berada dalam kisaran Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Daging tadi saya cek sudah sekitar Rp170 ribu, tapi itu masih dalam batas yang ditetapkan. Kita tetap antisipasi karena biasanya mendekati Lebaran harga mulai bergerak,” ujarnya.

Pemerintah daerah, kata Kamarudin, akan terus melakukan pemantauan secara berkala guna memastikan bahwa kenaikan harga yang terjadi masih dapat dijangkau oleh masyarakat.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah yang bertujuan menjaga stabilitas ekonomi sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

Selain memantau harga, Bupati juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dengan para pedagang mengenai kondisi aktivitas perdagangan di pasar.

Beberapa pedagang menyampaikan bahwa suasana pasar masih relatif sepi dibandingkan dengan biasanya menjelang Lebaran.

Menurut para pedagang, salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah karena sebagian besar pegawai pemerintah belum menerima Tunjangan Hari Raya (THR).

Biasanya setelah THR cair, aktivitas belanja masyarakat akan meningkat secara signifikan karena banyak keluarga yang mulai membeli berbagai kebutuhan Lebaran.

Mendengar hal tersebut, Bupati memahami dinamika yang terjadi di pasar dan menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi agar aktivitas perdagangan dapat berjalan dengan baik.

See also  Sabu dalam Cumi ; Cerdiknya Kejahatan Dikalahkan oleh Ketelitian & Sinergi Aparat

Dalam kesempatan tersebut, Kamarudin juga meninjau kondisi fisik pasar untuk memastikan bahwa fasilitas yang tersedia mampu mendukung aktivitas jual beli masyarakat.

Ia menilai bahwa pasar tradisional memiliki peran penting dalam perekonomian daerah karena menjadi pusat interaksi antara produsen, pedagang, dan konsumen.

Oleh karena itu, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperhatikan kondisi infrastruktur pasar agar aktivitas perdagangan dapat berlangsung dengan lebih nyaman dan tertib.

Bupati pun meminta dinas terkait untuk memperhatikan sejumlah fasilitas pasar yang dinilai perlu mendapatkan perbaikan atau peningkatan.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli, sekaligus memperkuat daya tarik pasar tradisional di tengah persaingan dengan pusat perbelanjaan modern.

Selain melakukan peninjauan resmi, suasana kunjungan Bupati ke pasar juga diwarnai dengan momen-momen humanis yang menarik perhatian masyarakat.

Dalam beberapa kesempatan, Kamarudin terlihat membantu sejumlah pembeli dengan membelikan kebutuhan mereka ataupun sekadar menambah uang saku bagi warga yang ditemuinya.

Aksi spontan tersebut langsung disambut dengan senyum dan rasa haru dari para warga yang menerima bantuan.

Bagi masyarakat, kehadiran pemimpin daerah yang tidak hanya memantau kondisi pasar tetapi juga menunjukkan kepedulian langsung kepada warga menjadi pengalaman yang berkesan.

Tindakan sederhana tersebut mencerminkan kepemimpinan yang dekat dengan rakyat serta memahami secara langsung kondisi kehidupan masyarakat sehari-hari.

Menariknya, aksi berbagi seperti ini bukanlah hal baru bagi Kamarudin Muten. Pada peninjauan pasar menjelang Idulfitri tahun 2025 lalu, ia juga melakukan hal serupa dengan membantu beberapa warga yang sedang berbelanja kebutuhan Lebaran.

Tradisi berbagi ini menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak hanya diwujudkan melalui kebijakan dan program pembangunan, tetapi juga melalui tindakan kecil yang mampu menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat.

Bagi banyak orang, momen seperti ini menjadi simbol bahwa pemerintah hadir tidak hanya sebagai pengelola kebijakan, tetapi juga sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat.

See also  Langkah Strategis Kejari Beltim & PLN Manggar Dorong Kepatuhan Publik

Di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat, perhatian dan kepedulian seperti ini dapat memberikan semangat dan harapan baru.

Peninjauan pasar menjelang Lebaran juga memiliki nilai strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Dengan memantau harga secara langsung, pemerintah dapat segera mengambil langkah antisipasi jika terjadi lonjakan harga yang tidak wajar.

Selain itu, kehadiran pemerintah di pasar juga dapat memberikan rasa aman bagi masyarakat serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Pasar tradisional seperti Pasar Lipat Kajang Manggar memiliki peran penting sebagai barometer kondisi ekonomi masyarakat.

Perubahan harga di pasar sering kali mencerminkan dinamika ekonomi yang lebih luas, sehingga pemantauan secara langsung menjadi langkah penting dalam proses pengambilan kebijakan.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah juga dapat memperkuat komunikasi dengan para pedagang sebagai pelaku utama ekonomi rakyat.

Dialog yang terbuka antara pemerintah dan pelaku usaha kecil dapat membantu menciptakan solusi bersama dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Menjelang Hari Raya Idulfitri, masyarakat Belitung Timur kini dapat merasa lebih tenang karena kondisi harga bahan pokok masih relatif stabil dan stok pangan dinilai mencukupi.

Dengan pengawasan yang terus dilakukan oleh pemerintah daerah, diharapkan potensi lonjakan harga dapat diantisipasi sejak dini.

Pada akhirnya, langkah turun langsung ke pasar bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat.

Kehadiran pemimpin daerah di tengah aktivitas pasar menjadi pesan bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya dibicarakan di ruang rapat, tetapi juga dipantau langsung di tempat-tempat yang menjadi pusat kehidupan masyarakat.

Melalui pendekatan yang humanis, dialog yang terbuka, serta kebijakan yang responsif, pemerintah daerah Belitung Timur berupaya memastikan bahwa masyarakat dapat menyambut Hari Raya Idulfitri dengan penuh kebahagiaan, dalam suasana ekonomi yang stabil dan penuh harapan. | BabelEkspress.Com | */Redaksi | *** |

RELATED ARTICLES

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments