HomeBabelRajo Ameh Ajak Warga Babel Bantu Pengobatan Nadira

Rajo Ameh Ajak Warga Babel Bantu Pengobatan Nadira

BabelEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Gerakan solidaritas untuk membantu pengobatan seorang anak perempuan penderita penyakit jantung bernama Nadira Cahaya Najmi di Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung, terus mengalir.

Selain keluarga yang membuka penggalangan donasi secara mandiri melalui media sosial, dukungan juga datang dari CEO Pinang Merah Indonesia, Rajo Ameh, yang mengajak seluruh masyarakat Bangka Belitung ikut peduli terhadap kondisi Nadira.

Ajakan tersebut disampaikan di tengah upaya keluarga mengumpulkan biaya keberangkatan dan pengobatan ke Jakarta setelah Nadira memperoleh surat rujukan dari rumah sakit untuk penanganan medis lanjutan.

Dalam pernyataannya, Rajo Ameh mengajak seluruh elemen masyarakat tanpa memandang latar belakang, jabatan, maupun status sosial untuk bersama-sama membantu proses pengobatan Nadira.

Ia juga mencanangkan gerakan bertajuk “Babel Peduli Nadira” sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap anak yang kini tengah berjuang melawan penyakit jantung tersebut.

“Mari kita peduli terhadap Nadira. Saya mengajak seluruh masyarakat Bangka Belitung tanpa memandang jabatan ataupun latar belakang untuk ikut membantu,” ujar Rajo Ameh.

Ajakan itu muncul setelah kisah perjuangan keluarga Nadira menyebar luas di media sosial dan mendapat perhatian masyarakat.

Dalam pesan yang dibagikan keluarga, Orangtua Nadira menceritakan kondisi anaknya yang membutuhkan pengobatan lanjutan ke Jakarta, namun terkendala biaya perjalanan, pengobatan, hingga alat medis yang disebut belum sepenuhnya ditanggung BPJS Kesehatan.

Sang Orangtua mengaku saat ini keluarga masih berusaha mengumpulkan dana agar keberangkatan ke Jakarta bisa segera dilakukan.

Menurutnya, seluruh berkas administrasi untuk pengajuan bantuan ke dinas sosial hingga pemerintah daerah sudah disiapkan.

“Alhamdulillah, ada beberapa pihak yang sudah membantu anak kami. Berkas untuk dinas sosial dan gubernur juga sudah lengkap. Sekarang kami masih berusaha mengajukan bantuan ke Baznas dan Lazismu,” tulisnya dalam pesan yang beredar luas.

See also  Kejuaraan Taekwondo Piala Yusril 2026 Dorong Prestasi & Pariwisata

Ia berharap ada bantuan tambahan, minimal untuk biaya tiket pesawat menuju Jakarta. Sebab, menurutnya, keberangkatan belum dapat dilakukan sebelum kebutuhan dasar perjalanan dan pengobatan terpenuhi.

Selain persoalan biaya transportasi, keluarga juga menghadapi kendala administrasi BPJS. Sang Orangtua menjelaskan bahwa BPJS anaknya belum bisa dialihkan ke BPJS pemerintah daerah karena membutuhkan proses penonaktifan oleh pihak ayah yang bekerja di luar daerah.

Ia mengaku sudah berusaha menghubungi ayah dari Nadira, namun hingga kini belum mendapatkan respons. Bahkan, sang anak disebut juga telah mencoba mengirim pesan melalui aplikasi percakapan.

“Kami sudah mencoba menghubungi ayahnya, tetapi belum ada tanggapan. Anak saya juga sudah mengirim pesan,” ungkapnya.

Kondisi kesehatan Nadira sendiri disebut cukup memprihatinkan. Saat ini, Nadira lebih banyak menjalani aktivitas di rumah dan tidak lagi bersekolah karena kondisi jantungnya sering tiba-tiba melemah atau drop.

Sang Orangtua mengaku khawatir apabila anaknya tetap dipaksa menjalani aktivitas normal seperti anak-anak lain seusianya. Nadira disebut harus rutin mengonsumsi obat dan membutuhkan pengawasan penuh selama 24 jam.

“Anak saya sekarang lebih banyak di rumah karena kondisi jantungnya sering drop mendadak. Saya takut menyuruh dia sekolah karena harus rutin minum obat,” ujarnya.

Keluarga juga mengungkapkan bahwa mereka belum mengetahui secara pasti biaya alat medis yang nantinya diperlukan karena masih menunggu konsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis jantung di Jakarta.

Meski berada dalam kondisi sulit, keluarga Nadira tetap berusaha tegar dan terus membuka donasi dari masyarakat. Dalam pesan yang disampaikan, sang Orangtua mengaku tidak malu meminta bantuan demi kesembuhan anaknya.

“Sebagai orang tua, apa pun akan saya lakukan demi anak saya bisa sembuh dan hidup normal seperti anak-anak lainnya,” tulisnya.

See also  Transformasi Humanis Penataan Pedagang Belitung

Ia juga menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada masyarakat yang telah membantu, baik dalam bentuk materi maupun doa. Menurutnya, dukungan masyarakat menjadi sumber kekuatan bagi keluarga untuk terus berjuang menghadapi cobaan tersebut.

Fenomena penggalangan donasi untuk biaya pengobatan melalui media sosial memang semakin sering terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Tingginya biaya pengobatan penyakit serius, keterbatasan akses layanan kesehatan spesialis di daerah, hingga kebutuhan rujukan ke rumah sakit besar menjadi alasan banyak keluarga mencari bantuan publik.

Di wilayah kepulauan seperti Bangka Belitung, persoalan akses kesehatan masih menjadi tantangan tersendiri. Pasien dengan penyakit tertentu sering kali harus dirujuk ke kota besar seperti Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lengkap.

Selain biaya pengobatan, keluarga pasien juga harus menanggung biaya transportasi, akomodasi, hingga kebutuhan hidup selama menjalani perawatan di luar daerah. Kondisi itu kerap menjadi beban berat, terutama bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Kepala keluarga pasien sering kali harus menghadapi tekanan ganda, yakni persoalan kesehatan anggota keluarga sekaligus kebutuhan finansial yang mendesak.

Karena itu, solidaritas sosial masyarakat menjadi salah satu penopang penting dalam membantu proses pengobatan pasien.

Ajakan yang disampaikan Rajo Ameh dinilai menjadi bentuk kepedulian sosial yang dapat mendorong keterlibatan masyarakat lebih luas. Gerakan “Babel Peduli Nadira” juga mencerminkan semangat gotong royong yang masih kuat di tengah masyarakat Bangka Belitung.

Pengamat sosial menilai media sosial kini bukan hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga ruang solidaritas yang mempertemukan masyarakat dengan keluarga pasien yang membutuhkan bantuan.

Dalam banyak kasus, penggalangan dana daring mampu membantu pasien mendapatkan pengobatan yang sebelumnya sulit dijangkau.

Namun demikian, masyarakat juga diimbau tetap bijak dan memastikan kejelasan informasi sebelum memberikan donasi. Transparansi penggunaan dana dan kelengkapan dokumen medis menjadi bagian penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran.

See also  Gerakan “7 Kebiasaan Anak Belitung Hebat” ; bangun Karakter & Kesehatan Generasi Emas

Dalam kasus Nadira, keluarga membuka diri kepada masyarakat yang ingin melihat langsung kondisi sang anak di rumah mereka di kawasan Air Sagak, Jalan Tebat Permai, Belitung.

Langkah itu dilakukan sebagai bentuk keterbukaan kepada masyarakat yang ingin memastikan kondisi pasien secara langsung.

Dukungan terhadap Nadira pun terus berdatangan dari berbagai kalangan masyarakat. Sejumlah warga mengaku tersentuh setelah membaca kisah perjuangan keluarga tersebut di media sosial.

Banyak warganet juga turut menyebarkan informasi penggalangan dana agar semakin banyak pihak mengetahui kondisi Nadira dan ikut membantu proses pengobatannya.

Di tengah perjuangan itu, sang ibu tetap berharap anaknya dapat segera memperoleh penanganan medis sehingga bisa kembali menjalani kehidupan normal seperti anak-anak lainnya.

Kisah Nadira menjadi gambaran nyata bagaimana perjuangan keluarga pasien penyakit serius tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga persoalan ekonomi, akses layanan kesehatan, hingga dukungan sosial masyarakat.

Dalam situasi seperti itu, kepedulian publik menjadi harapan besar bagi keluarga yang sedang berjuang demi keselamatan dan masa depan anak mereka.

Bagi pembaca yang ingin menyalurkan bantuan bisa langsung ke Ibunda Nadira yaitu Kemalasari REK BRI No. 806 10100 2530 534 an.Kemalasari dan No. HP yang bisa dihubungi di 0878 4246 8316 an.Kemalasari. | BabelEkspress.Com | */Redaksi | *** |

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments