HomeBisnisCahaya Kebersamaan di Bumi Laskar Pelangi, Safari Ramadan Beltim Menyatukan Hati

Cahaya Kebersamaan di Bumi Laskar Pelangi, Safari Ramadan Beltim Menyatukan Hati

BabelEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat nilai spiritual mewarnai kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Belitung Timur (Beltim) di Masjid Al-Akbar, Dusun Air Nangka, Desa Balok, Kecamatan Dendang, Rabu sore lalu.

Di tengah lantunan ayat suci Al-Qur’an dan semilir angin senja Ramadan 1447 Hijriah, pemerintah daerah dan masyarakat duduk berdampingan, berbagi doa, harapan, dan komitmen untuk membangun daerah secara bersama-sama.

Kegiatan Safari Ramadan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, ia menjadi ruang perjumpaan yang sarat makna, mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan yang menjadi fondasi pembangunan daerah.

Kedatangan rombongan Safari Ramadan yang dipimpin langsung oleh Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, bersama Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar, disambut antusias oleh para kepala desa, pengurus masjid, serta masyarakat setempat.

Sejak sore hari, halaman Masjid Al-Akbar telah dipenuhi warga yang ingin menyambut dan bersilaturahmi dengan para pemimpin daerah mereka.

Hangatnya Sambutan, Tumbuhnya Kedekatan

Momen yang paling menyentuh terlihat ketika anak-anak dengan wajah ceria bergantian menyalami Bupati dan Wakil Bupati. Senyum tulus dan tatapan penuh harap dari generasi muda Dendang menjadi potret indah kedekatan antara pemimpin dan rakyatnya.

Tidak ada sekat formalitas yang kaku. Yang terlihat adalah kebersamaan yang alami dan penuh kehangatan.

Safari Ramadan kali ini digelar di Masjid Al-Akbar Dusun Air Nangka, sebuah rumah ibadah yang menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat Desa Balok.

Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang dialog, pendidikan, dan penguatan nilai-nilai kebersamaan.

Momentum kebersamaan semakin terasa saat waktu berbuka puasa tiba. Pengurus masjid dengan penuh keramahan menyajikan hidangan berbuka bagi rombongan dan masyarakat yang hadir.

Setelah berbuka, kegiatan dilanjutkan dengan makan malam bersama yang menghadirkan kuliner khas Dendang, yakni gangan darat dan udang pedas.

See also  Now Is the Time to Think About Your Small-Business Success

Hidangan tersebut bukan sekadar santapan, melainkan simbol keramahan dan identitas lokal yang membanggakan. Melalui sajian khas daerah, masyarakat menunjukkan bahwa budaya dan tradisi adalah bagian penting dari harmoni sosial.

Bantuan Nyata untuk Rumah Ibadah

Pada Safari Ramadan hari kedua ini, rombongan Pemkab Beltim juga menyerahkan bantuan perlengkapan untuk mendukung kebutuhan operasional Masjid Al-Akbar.

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati kepada Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Al-Akbar Desa Balok, Mardiwi.

Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan jamaah dalam beribadah, sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan.

Pemerintah daerah menegaskan bahwa perhatian terhadap rumah ibadah merupakan bagian dari komitmen membangun masyarakat yang religius dan berakhlak.

Tidak hanya itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Belitung Timur, H. Suparhun, turut menyumbangkan buku-buku keagamaan untuk menambah koleksi perpustakaan masjid.

Langkah ini bersifat edukatif dan visioner, karena memperkuat literasi keagamaan masyarakat, terutama generasi muda.

Dengan koleksi buku yang semakin lengkap, masjid dapat menjadi pusat pembelajaran yang mendorong umat untuk memperdalam ilmu agama secara moderat dan berimbang.

Zakat untuk Mustahik, Kepedulian untuk Sesama

Semangat berbagi juga diwujudkan melalui penyaluran zakat kepada masyarakat yang membutuhkan. Kepala Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Beltim, Edi Febrianto, menyalurkan bantuan zakat kepada 20 mustahik di Kecamatan Dendang.

Penyaluran zakat ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan, sekaligus implementasi ajaran Islam tentang keadilan sosial dan solidaritas. Ramadan menjadi momentum terbaik untuk memperkuat nilai empati dan berbagi rezeki.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, Kementerian Agama, dan Baznas, bantuan sosial dapat tersalurkan secara tepat sasaran. Ini mencerminkan tata kelola zakat yang lebih profesional dan akuntabel, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pengelola zakat semakin meningkat.

Safari Ramadan sebagai Ruang Dialog dan Inspirasi

Dalam sambutannya, Bupati Beltim, Kamarudin Muten, menegaskan bahwa Safari Ramadan bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan sarana mempererat persaudaraan, memperkuat komunikasi, serta meningkatkan kepedulian antara pemerintah daerah dan masyarakat.

See also  Interior Design Tips: Decorating to Celebrate the Great Outdoors

“Dengan semangat Ramadan, saya yakin kita mampu mempererat persatuan, menjaga toleransi, meningkatkan amal ibadah, serta bersama-sama membangun Beltim yang maju, rukun, dan harmonis,” ujar Kamarudin.

Pernyataan tersebut mengandung pesan inspiratif dan motivatif. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menahan ego, memperbaiki diri, dan memperkuat komitmen kolektif dalam membangun daerah.

Bupati juga menambahkan bahwa kegiatan Safari Ramadan menjadi wujud nyata kebersamaan sekaligus memperkuat hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat. Kedekatan emosional ini penting agar kebijakan yang diambil pemerintah benar-benar berpijak pada kebutuhan riil masyarakat.

Apresiasi untuk Kecamatan Dendang

Kamarudin Muten menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat masyarakat Kecamatan Dendang. Keramahan, kekompakan, dan semangat gotong royong yang ditunjukkan warga menjadi cerminan kuatnya nilai sosial di daerah tersebut.

“Semoga Ramadan tahun ini membawa keberkahan, kedamaian, dan semakin mempererat tali silaturahmi di antara kita,” harapnya.

Harapan tersebut bukan sekadar doa, tetapi juga ajakan untuk terus menjaga persatuan di tengah keberagaman. Kabupaten Belitung Timur dikenal sebagai daerah yang plural, dengan masyarakat yang hidup rukun dalam perbedaan.

Sinergi Lintas Lembaga

Safari Ramadan kali ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua DPRD Belitung Timur, Dwi Nanda Putra, serta Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Maisinun.

Kehadiran unsur legislatif menunjukkan dukungan penuh terhadap program-program yang memperkuat harmoni sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Turut hadir pula Ketua TP PKK Kabupaten Beltim, Vivi Yuliani, unsur Forkopimcam Dendang, para kepala desa se-Kecamatan Dendang, serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Beltim.

Kehadiran berbagai unsur pemerintahan ini mencerminkan sinergi lintas sektor dalam membangun daerah. Pembangunan tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia membutuhkan kolaborasi, komunikasi, dan komitmen bersama.

See also  LAPOR! Jadi Jembatan Transformasi Layanan Basarnas di Era Digital

Edukasi Ramadan: Membangun Karakter dan Kepedulian

Safari Ramadan juga memiliki dimensi edukatif. Melalui kegiatan ini, masyarakat diingatkan tentang pentingnya memperkuat ibadah, menjaga toleransi, serta meningkatkan kepedulian sosial.

Ramadan adalah sekolah kehidupan. Ia melatih disiplin, kesabaran, dan keikhlasan. Nilai-nilai inilah yang menjadi modal sosial dalam membangun masyarakat yang maju dan beradab.

Ketika pemerintah hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, dan berbagi kebahagiaan, maka kepercayaan publik akan semakin kuat. Kepercayaan ini adalah fondasi utama pembangunan yang berkelanjutan.

Membangun Beltim yang Maju, Harmonis, dan Sejahtera

Kegiatan Safari Ramadan di Kecamatan Dendang menjadi gambaran nyata bahwa pembangunan tidak hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan sosial dan spiritual. Ketika hubungan antara pemerintah dan masyarakat terjalin erat, maka program pembangunan akan lebih mudah dijalankan.

Sinergi yang terbangun melalui Safari Ramadan diharapkan mampu mempercepat terwujudnya Kabupaten Belitung Timur yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera. Maju dalam pembangunan ekonomi, harmonis dalam kehidupan sosial, dan sejahtera dalam pemerataan kesejahteraan.

Ramadan 1447 Hijriah menjadi momentum refleksi dan konsolidasi. Dari Masjid Al-Akbar Dusun Air Nangka, pesan kebersamaan itu bergema: membangun daerah bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Di bawah cahaya Ramadan, semangat gotong royong kembali diteguhkan. Pemerintah hadir bukan sebagai penguasa, melainkan sebagai mitra masyarakat. Dan masyarakat pun tidak sekadar menjadi objek pembangunan, tetapi subjek yang aktif berkontribusi.

Safari Ramadan ini menjadi bukti bahwa ketika hati dipersatukan oleh nilai spiritual dan kepedulian sosial, maka harapan untuk masa depan yang lebih baik bukanlah angan-angan. Ia menjadi cita-cita yang terus diperjuangkan bersama.

Dengan semangat Ramadan, Kabupaten Belitung Timur melangkah mantap menuju masa depan yang lebih cerah—berlandaskan iman, dipandu kebersamaan, dan digerakkan oleh semangat membangun untuk kesejahteraan bersama. | BabelEkspress.Com | Diskominfo | *** |

RELATED ARTICLES

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments