HomeBabelLaut Tak Boleh Dikorbankan ; Polisi Tertibkan Tambang Timah Ilegal di Ulim

Laut Tak Boleh Dikorbankan ; Polisi Tertibkan Tambang Timah Ilegal di Ulim

BabelEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Langit pesisir Dusun Ulim, Desa Lassar, Kecamatan Membalong, tampak cerah ketika tim gabungan dari Polres Belitung bergerak menyisir perairan laut yang selama beberapa waktu terakhir menjadi sorotan.

Di balik ketenangan ombak, tersimpan persoalan serius: maraknya aktivitas penambangan pasir timah ilegal yang meresahkan masyarakat, khususnya nelayan tradisional.

Operasi sosialisasi sekaligus penertiban yang dilaksanakan pada Senin (20/4/2026) itu dipimpin langsung oleh Kasat Polairud, Mohamad Hoesaein Muahfiqi, dengan melibatkan lintas satuan, mulai dari Sat Reskrim, Sat Intelkam, Sat Polairud, hingga personel dari Polsek Membalong.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut telah memicu keluhan warga, terutama para nelayan yang menggantungkan hidup dari laut.

Keluhan Nelayan ; Antara Bertahan dan Terdesak

Bagi nelayan tradisional di kawasan Membalong, laut bukan sekadar sumber penghasilan, melainkan ruang hidup yang diwariskan lintas generasi. Namun dalam beberapa bulan terakhir, mereka merasakan perubahan yang signifikan.

Air laut yang sebelumnya jernih kini kerap keruh. Jaring yang ditebar tak lagi menghasilkan tangkapan seperti dulu. Biota laut mulai berkurang. Mangrove di pesisir mengalami kerusakan.

Semua ini, menurut mereka, berkaitan erat dengan aktivitas tambang timah ilegal yang menggunakan ponton dan alat berat di wilayah perairan.

“Dulu sekali melaut bisa cukup untuk kebutuhan sehari. Sekarang hasilnya menurun drastis,” ujar seorang nelayan setempat yang enggan disebutkan namanya.

Keluhan tersebut menjadi dasar kuat bagi aparat untuk turun tangan.

Komitmen Tegas Aparat Kepolisian

Kapolres Belitung, Sarwo Edi Wibowo, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan mentolerir aktivitas pertambangan ilegal di wilayah hukumnya.

“Kami berkomitmen menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif serta melindungi masyarakat, khususnya nelayan tradisional. Setiap aktivitas penambangan tanpa izin akan ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

See also  Belitung Bangkit Mendunia ; Diplomasi Pariwisata, Menuju Destinasi Global

Penegasan ini menjadi sinyal kuat bahwa aparat tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung kepentingan masyarakat dan lingkungan.

Dalam kegiatan tersebut, pendekatan yang dilakukan tidak semata represif, tetapi juga persuasif. Sosialisasi diberikan kepada masyarakat dan para penambang agar memahami dampak hukum dan lingkungan dari aktivitas ilegal tersebut.

Imbauan Langsung di Lapangan

Kapolsek Membalong, Otong Sutisman, turut memberikan imbauan langsung kepada warga di lokasi kegiatan.

Ia menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta menghindari aktivitas yang melanggar hukum.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga wilayah ini agar tetap aman dan tidak melakukan penambangan ilegal di perairan laut Dusun Ulim Desa Lassar,” ujarnya.

Pendekatan dialogis ini dinilai penting untuk membangun kesadaran kolektif, bukan sekadar kepatuhan karena takut sanksi.

Dukungan dari Polda Kepulauan Bangka Belitung

Kegiatan penertiban ini juga mendapat konfirmasi dari Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung, Agus Sugiyarso.

Ia membenarkan bahwa langkah yang diambil oleh jajaran Polres Belitung merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam menekan aktivitas tambang ilegal di wilayah perairan.

Menurutnya, sinergi antar satuan menjadi kunci keberhasilan dalam penanganan persoalan yang kompleks seperti ini.

Dampak Lingkungan ; Ancaman Nyata di Balik Tambang Ilegal

Penambangan pasir timah ilegal bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga ancaman serius terhadap lingkungan. Aktivitas ini berpotensi merusak ekosistem laut secara luas.

Beberapa dampak yang telah teridentifikasi antara lain:

  • Kerusakan terumbu karang akibat pengerukan dasar laut
  • Pencemaran air laut yang mengganggu kehidupan biota
  • Degradasi hutan mangrove yang berfungsi sebagai pelindung pesisir
  • Penurunan populasi ikan dan hasil tangkapan nelayan

Dalam jangka panjang, kerusakan ini dapat mengancam keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir.

See also  Tanpa Kompromi ; Bupati Belitung, ASN Harus Hadir Melayani & Bertransformasi

Grafik Dampak Tambang Ilegal terhadap Ekosistem Laut

DAMPAK TAMBANG TIMAH ILEGAL

Kerusakan Terumbu Karang   ██████████████████  (Sangat Tinggi)
Pencemaran Air Laut        █████████████████   (Sangat Tinggi)
Penurunan Hasil Nelayan    ████████████████    (Tinggi)
Kerusakan Mangrove         ███████████████     (Tinggi)
Gangguan Biota Laut        █████████████████   (Sangat Tinggi)

Dilema Ekonomi ; Antara Kebutuhan dan Kepatuhan

Di balik maraknya tambang ilegal, terdapat realitas sosial yang tidak bisa diabaikan. Sebagian masyarakat terlibat dalam aktivitas tersebut karena faktor ekonomi.

Laut Tak Boleh Dikorbankan ; Polisi Tertibkan Tambang Timah Ilegal di Ulim, Nelayan Minta Perlindungan Nyata

Minimnya lapangan kerja dan tingginya ketergantungan pada sektor informal mendorong sebagian warga mengambil risiko dengan menambang tanpa izin.

Namun, solusi tidak bisa hanya berhenti pada penindakan. Diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif, termasuk penyediaan alternatif mata pencaharian yang berkelanjutan.

Perlu Kolaborasi Multi-Pihak

Penanganan tambang ilegal tidak bisa dilakukan oleh aparat saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, masyarakat, serta sektor swasta.

Beberapa langkah strategis yang dapat dilakukan antara lain:

  • Penguatan pengawasan wilayah pesisir
  • Edukasi masyarakat tentang dampak lingkungan
  • Pengembangan ekonomi alternatif berbasis kelautan
  • Penegakan hukum yang konsisten dan transparan

Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara kebutuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Harapan Nelayan ; Laut yang Kembali Bersahabat

Bagi para nelayan di Dusun Ulim, harapan mereka sederhana: laut kembali seperti dulu.

Laut yang jernih, ikan yang melimpah, dan lingkungan yang terjaga. Mereka tidak menolak pembangunan, tetapi berharap pembangunan dilakukan dengan cara yang tidak merusak sumber kehidupan mereka.

Penertiban yang dilakukan aparat menjadi secercah harapan bahwa suara mereka didengar.

Menjaga Laut, Menjaga Masa Depan

Apa yang terjadi di perairan Dusun Ulim adalah cerminan dari tantangan yang dihadapi banyak daerah pesisir di Indonesia. Di satu sisi, ada potensi ekonomi dari sumber daya alam. Di sisi lain, ada risiko kerusakan yang mengancam keberlanjutan.

See also  Safari Ramadhan Pemkab Belitung Menyatukan Kepemimpinan, Umat & Harapan Pembangunan

Langkah tegas yang diambil oleh aparat kepolisian patut diapresiasi. Namun, pekerjaan belum selesai.

Menjaga laut bukan hanya tugas pemerintah atau aparat, tetapi tanggung jawab bersama. Karena di balik setiap gelombang, ada kehidupan yang bergantung padanya.

Dan di Dusun Ulim, perjuangan itu sedang dimulai. | BabelEkspress.Com | */Redaksi | *** |

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments