HomeL'StyleBeauty Fashion HealthBeltim Kejar Swasti Saba Wiwerda, Siapkah Jadi Kabupaten Sehat?

Beltim Kejar Swasti Saba Wiwerda, Siapkah Jadi Kabupaten Sehat?

BabelEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Pemerintah Kabupaten Belitung Timur terus mempersiapkan diri untuk meraih penghargaan Swasti Saba Wiwerda pada penilaian Kabupaten/Kota Sehat tahun 2027.

Upaya tersebut dilakukan melalui pemenuhan berbagai indikator yang ditetapkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, mulai dari capaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat, penguatan kelembagaan Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat (KKS), hingga pemenuhan sembilan tatanan utama penilaian kesehatan daerah.

Kepala Dinas Kesehatan Belitung Timur, Dianita Fitriani, menyebut Pemkab Beltim saat ini masih terus berproses melakukan penguatan data dan kolaborasi lintas sektor guna memenuhi syarat penilaian nasional tersebut.

Target meraih Swasti Saba Wiwerda menjadi langkah lanjutan setelah Kabupaten Belitung Timur sebelumnya berhasil memperoleh penghargaan Swasti Saba Padapa pada tahun 2025.

Penghargaan Kabupaten/Kota Sehat sendiri merupakan bentuk apresiasi pemerintah pusat kepada daerah yang dinilai berhasil menciptakan lingkungan bersih, sehat, aman, nyaman, dan berkelanjutan melalui kerja sama lintas sektor dan partisipasi masyarakat.

Namun untuk naik ke strata Wiwerda, pemerintah daerah harus memenuhi syarat yang jauh lebih kompleks dan terukur.

Salah satu syarat utama yang menjadi perhatian adalah status Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar sembarangan.

Dalam ketentuan penilaian nasional, minimal 90 persen desa atau kelurahan di suatu daerah harus telah berstatus ODF.

Selain itu, daerah juga wajib memiliki kelembagaan Tim Pembina dan Forum Kabupaten Sehat yang aktif hingga tingkat kecamatan dan desa.

Tidak hanya itu, penilaian juga mencakup pemenuhan indikator pada sembilan tatanan utama yang menjadi dasar evaluasi Kabupaten/Kota Sehat.

Sembilan tatanan tersebut meliputi kehidupan masyarakat sehat mandiri, permukiman dan fasilitas umum, satuan pendidikan, pasar rakyat sehat, perkantoran dan perindustrian, pariwisata, transportasi dan tertib lalu lintas, perlindungan sosial, serta pencegahan dan penanganan bencana.

See also  How Nancy Reagan Gave Glamour and Class to the White House

Setiap indikator memiliki target capaian antara 81 hingga 90 persen untuk kategori Wiwerda.

Karena itu, kesiapan suatu daerah tidak hanya diukur dari sektor kesehatan semata, tetapi juga kualitas tata kelola lingkungan, pelayanan publik, hingga kesiapsiagaan sosial dan kebencanaan.

Kepala Dinas Kesehatan Belitung Timur, Dianita Fitriani, menjelaskan bahwa saat ini pemerintah daerah masih berada pada tahap penguatan data dan percepatan pemenuhan indikator.

“Pada tahap awal ini memang dari Kementerian Kesehatan RI meminta kabupaten/kota untuk melakukan inputan data sementara. Data-data ini nantinya akan menjadi salah satu poin yang akan digunakan sebagai tolak ukur penilaian di tahun 2027,” ungkap Dian.

Menurutnya, seluruh perangkat daerah kini terus berupaya mempercepat penginputan data dukung melalui aplikasi SIPANTAS atau Sistem Informasi Pantau Kabupaten/Kota Sehat milik Kementerian Kesehatan.

Data tersebut nantinya akan menjadi dasar verifikasi administrasi sebelum dilakukan penilaian lebih lanjut oleh tim pusat.

Setelah tahap penginputan selesai, Tim Pembina KKS Belitung Timur akan melakukan monitoring dan membangun kolaborasi lintas sektor mulai dari tingkat kecamatan hingga desa.

Langkah itu dilakukan terutama pada wilayah yang berpotensi menjadi lokus penilaian nasional.

“Alhamdulillah sejauh ini dengan sembilan tatanan yang menjadi tanggung jawab kita bersama perangkat daerah sudah diupayakan melakukan yang terbaik.

Kedepannya kita berharap bisa lebih meningkatkan sinergitas program, membangun kolaborasi lebih intens dan mengupayakan inovasi yang dilakukan di daerah kita ini dalam rangka peningkatan KKS,” kata Dian.

Pengamat kesehatan masyarakat menilai program Kabupaten/Kota Sehat bukan sekadar kompetisi administratif untuk mengejar penghargaan.

Lebih dari itu, program tersebut merupakan upaya membangun kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh melalui pendekatan lintas sektor.

“Ketika sebuah daerah serius membangun Kabupaten/Kota Sehat, maka dampaknya tidak hanya pada kesehatan masyarakat, tetapi juga ekonomi, pendidikan, lingkungan, dan kualitas pelayanan publik,” ujar seorang akademisi kesehatan masyarakat.

See also  Radio Air Time Marketing: A New Strategy for the Economy

Dalam konteks Belitung Timur, tantangan menuju Swasti Saba Wiwerda dinilai cukup besar karena membutuhkan konsistensi program dan partisipasi aktif masyarakat.

Persoalan sanitasi lingkungan, pengelolaan sampah, perilaku hidup bersih dan sehat, hingga kualitas fasilitas umum menjadi beberapa aspek yang harus terus diperkuat.

Selain itu, pembangunan kawasan wisata sehat juga menjadi indikator penting mengingat Belitung Timur memiliki potensi pariwisata yang terus berkembang.

Destinasi wisata dinilai harus memenuhi prinsip kebersihan, kenyamanan, keamanan, dan pengelolaan lingkungan yang baik agar dapat mendukung penilaian Kabupaten/Kota Sehat.

Pada sektor pendidikan, sekolah juga menjadi bagian penting dalam penilaian.

Sekolah yang menerapkan kawasan tanpa rokok, memiliki sanitasi layak, serta menjalankan program Usaha Kesehatan Sekolah menjadi indikator yang diperhatikan tim penilai.

Sementara di sektor pasar rakyat, aspek kebersihan lingkungan, pengelolaan limbah, hingga keamanan pangan menjadi perhatian utama.

Pengamat tata kelola daerah menilai keberhasilan program Kabupaten/Kota Sehat sangat bergantung pada kemampuan pemerintah membangun sinergi antarlembaga.

Program kesehatan tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan sektor pendidikan, lingkungan hidup, pekerjaan umum, perhubungan, sosial, hingga desa.

Karena itu, pendekatan kolaboratif menjadi kunci utama dalam mencapai target penilaian nasional.

Selain pemerintah, keterlibatan masyarakat juga menjadi faktor penentu keberhasilan.

Perilaku hidup sehat di lingkungan keluarga dan komunitas menjadi fondasi penting dalam menciptakan daerah yang sehat dan layak huni.

Mulai dari menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, menggunakan fasilitas sanitasi yang layak, hingga mendukung kawasan tanpa rokok menjadi bagian dari indikator penilaian yang berkaitan langsung dengan perilaku masyarakat.

Di sisi lain, kesiapsiagaan terhadap bencana juga menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian Kabupaten/Kota Sehat.

Belitung Timur sebagai daerah kepulauan harus memastikan kesiapan sistem mitigasi dan respons terhadap potensi bencana alam maupun kondisi darurat lainnya.

See also  Harmoni Lebaran Dunia, Dari Tradisi Nusantara hingga Inspirasi Global

Karena itu, koordinasi lintas lembaga dan edukasi masyarakat mengenai mitigasi risiko menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari program KKS.

Tahapan penilaian Swasti Saba Wiwerda sendiri tidak berhenti pada verifikasi dokumen.

Setelah pengajuan dan self-assessment dilakukan, tim verifikator pusat akan melakukan peninjauan langsung maupun virtual untuk memastikan kondisi lapangan sesuai dengan data yang dilaporkan.

Artinya, seluruh indikator yang diajukan harus benar-benar tercermin dalam kondisi nyata di masyarakat.

Karena itu, penguatan data dan pembenahan lapangan harus berjalan secara bersamaan.

Di tengah upaya tersebut, Pemkab Beltim dinilai memiliki peluang untuk meningkatkan predikat Kabupaten/Kota Sehat apabila mampu menjaga konsistensi program dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Keberhasilan meraih Swasti Saba Wiwerda nantinya tidak hanya menjadi simbol prestasi daerah, tetapi juga mencerminkan kualitas lingkungan dan pelayanan publik yang dirasakan masyarakat secara langsung.

Pada akhirnya, program Kabupaten/Kota Sehat bukan sekadar mengejar penghargaan nasional, melainkan bagian dari upaya membangun daerah yang lebih nyaman, sehat, aman, dan berkelanjutan.

Di tengah tantangan pembangunan dan perubahan lingkungan yang terus berkembang, kesiapan Belitung Timur menuju Swasti Saba Wiwerda akan sangat ditentukan oleh kekuatan sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik bagi seluruh warga. | BabelEkspress.Com | */Redaksi | *** |

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments