HomeRagamKabinet Parlemen PolitikFurqoen & Fira Wakili Bangka Belitung di Paskibraka Nasional 2026

Furqoen & Fira Wakili Bangka Belitung di Paskibraka Nasional 2026

BabelEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Dua pelajar terbaik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muhammad Furqoen Nul Hakim dari SMAN 1 Manggar, Kabupaten Belitung Timur, dan Fira Haniyah dari SMAN 2 Pangkalpinang, resmi terpilih sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Pusat Tahun 2026.

Keduanya diumumkan lolos oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (22/6/2026), setelah melalui proses seleksi nasional yang ketat.

Mereka akan mewakili seluruh pelajar Bangka Belitung pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, 17 Agustus 2026.

Keberhasilan Furqoen dan Fira menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bangka Belitung.

Dari puluhan ribu peserta yang mengikuti seleksi di seluruh Indonesia, keduanya berhasil menembus daftar 76 calon Paskibraka Tingkat Pusat yang terdiri atas 38 putra dan 38 putri, masing-masing mewakili satu pasangan dari setiap provinsi.

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BPIP, Yudian Wahyudi, yang menegaskan bahwa seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa.

“Dari 119.441 pendaftar yang mengikuti proses seleksi di seluruh Indonesia, sebanyak 228 peserta dari 38 provinsi berhasil melaju hingga tahap verifikasi tingkat pusat.

Mereka adalah generasi muda terbaik yang telah menunjukkan kapasitas, disiplin, karakter, dan semangat kebangsaan yang luar biasa,” ujar Yudian.

Dari 228 peserta yang lolos ke tahap verifikasi nasional, hanya 76 peserta yang akhirnya ditetapkan sebagai calon Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2026.

Persaingan yang sangat ketat tersebut menunjukkan bahwa proses seleksi benar-benar mengedepankan kualitas, integritas, kemampuan fisik, kesehatan, kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kepemimpinan.

Bagi Bangka Belitung, terpilihnya Muhammad Furqoen Nul Hakim dan Fira Haniyah menjadi pencapaian yang membanggakan.

Mereka tidak hanya membawa nama sekolah dan daerah asal, tetapi juga menjadi representasi generasi muda Bangka Belitung di panggung nasional.

See also  Ketika Emosi Menjadi Senjata, Pelajaran Berharga dari SPBU Belang-Belang

Muhammad Furqoen Nul Hakim merupakan siswa SMAN 1 Manggar, Kabupaten Belitung Timur. Ia dikenal sebagai pelajar yang aktif, disiplin, dan memiliki cita-cita kuat menjadi anggota Paskibraka sejak usia dini.

Kecintaannya terhadap Paskibraka tumbuh ketika masih duduk di bangku sekolah dasar.

Setiap kali menyaksikan upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, Furqoen selalu terpukau melihat barisan pengibar bendera yang tampil tegap, disiplin, dan penuh semangat nasionalisme.

Impian tersebut tidak berhenti sebagai angan-angan. Ia terus mempersiapkan diri melalui latihan fisik, pembentukan karakter, peningkatan kedisiplinan, hingga menjaga prestasi akademik.

Perjalanan menuju Paskibraka Nasional tentu tidak mudah. Berbagai tahapan seleksi harus dilalui, mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga verifikasi nasional di Jakarta.

Dalam proses panjang tersebut, Furqoen mengaku kekuatan terbesar berasal dari kedua orang tuanya.

“Dukungan keluarga menjadi kekuatan terbesar saya. Dari orang tua saya belajar bahwa setiap keberhasilan harus diperjuangkan dengan usaha dan doa,” ujar Furqoen.

Ia menceritakan bahwa ayahnya bekerja sebagai buruh harian, sementara ibunya merupakan ibu rumah tangga.

Kesederhanaan kehidupan keluarga justru menjadi sumber motivasi terbesar baginya.

Menurut Furqoen, kedua orang tuanya selalu mengajarkan bahwa keberhasilan tidak pernah datang secara instan.

Setiap pencapaian harus diperoleh melalui kerja keras, kedisiplinan, kesabaran, serta doa yang tidak pernah putus.

Nilai-nilai tersebut menjadi bekal yang terus ia pegang selama mengikuti seluruh proses seleksi.

Di sisi lain, Fira Haniyah dari SMAN 2 Pangkalpinang juga menunjukkan dedikasi tinggi hingga akhirnya dipercaya mewakili Bangka Belitung di tingkat nasional.

Keberhasilan Fira menegaskan bahwa generasi muda perempuan Bangka Belitung mampu bersaing secara sehat dan menunjukkan kualitas terbaik di tingkat nasional.

BPIP menegaskan bahwa seluruh proses seleksi dilakukan secara objektif, transparan, akuntabel, independen, serta bebas dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme.

See also  Dilema Moral di Medan Global, Tentara Amerika ; Kami Tidak Ingin Mati Karena Israel

Tidak ada perlakuan khusus terhadap peserta maupun daerah tertentu.

Seluruh calon mengikuti standar penilaian yang sama berdasarkan prinsip meritokrasi.

Sebagai bentuk transparansi, BPIP juga mengembangkan Aplikasi Transparansi Paskibraka sehingga masyarakat dapat memantau seluruh tahapan seleksi secara terbuka.

Menurut Yudian Wahyudi, Program Paskibraka bukan sekadar memilih petugas pengibar bendera pada upacara kenegaraan.

Lebih dari itu, program tersebut merupakan proses kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila.

“Paskibraka bukan sekadar pasukan pengibar bendera.

Program ini merupakan wadah kaderisasi calon pemimpin bangsa yang berkarakter Pancasila, berjiwa patriotik, memiliki semangat persatuan, serta siap mengabdi kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Wakil Kepala BPIP, Rima Agristina.

Ia mengingatkan bahwa peserta yang belum terpilih ke tingkat pusat tetap merupakan generasi terbaik daerahnya.

“Bagi calon Paskibraka yang tidak bertugas di tingkat pusat, akan bertugas di tingkat provinsi. Oleh sebab itu, kami mengimbau pemerintah provinsi segera menetapkan calon Paskibraka tingkat provinsi,” ujarnya.

Program Paskibraka sendiri merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 51 Tahun 2022 tentang Program Pasukan Pengibar Bendera Pusaka.

Melalui regulasi tersebut, BPIP diberi mandat untuk menyelenggarakan pembentukan Paskibraka tingkat pusat sebagai bagian dari kaderisasi calon pemimpin bangsa berdasarkan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Tahapan pembentukan tidak hanya berisi latihan baris-berbaris.

Para peserta juga akan mengikuti pembinaan ideologi Pancasila, pendidikan kepemimpinan, pembentukan karakter, pelatihan kedisiplinan, penguatan wawasan kebangsaan, hingga simulasi pengibaran dan penurunan Sang Saka Merah Putih.

Dalam proses verifikasi nasional, BPIP melibatkan sekitar 80 tenaga medis profesional, unsur TNI, Polri, psikolog dari Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), serta Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI).

See also  Modern Monochrome Home with Calm and Cosy Terrace and Steps

Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi jaminan bahwa proses seleksi berjalan profesional dan sesuai standar nasional.

Bagi masyarakat Bangka Belitung, keberhasilan Furqoen dan Fira memiliki makna lebih luas daripada sekadar prestasi individu.

Keduanya menjadi simbol bahwa pelajar dari daerah mampu bersaing secara nasional melalui kemampuan, karakter, dan kerja keras.

Prestasi tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Keberhasilan mereka juga menunjukkan pentingnya sinergi antara keluarga, sekolah, pemerintah daerah, pelatih, dan masyarakat dalam membina generasi muda.

Setelah diumumkan lolos, Furqoen dan Fira akan mengikuti registrasi, pemusatan pendidikan dan pelatihan di Jakarta sebelum dikukuhkan sebagai anggota Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2026.

Mereka kemudian akan mengemban tugas kenegaraan pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, pada 17 Agustus 2026.

Setelah menyelesaikan tugas tersebut, keduanya akan menjadi bagian dari keluarga besar Purnapaskibraka Indonesia sekaligus dipersiapkan sebagai Duta Pancasila yang diharapkan mampu menjadi teladan bagi generasi muda di daerah masing-masing.

Keberhasilan Muhammad Furqoen Nul Hakim dan Fira Haniyah menjadi bukti bahwa mimpi besar dapat diraih melalui disiplin, kerja keras, integritas, serta dukungan keluarga dan lingkungan pendidikan.

Di tengah tantangan pembangunan sumber daya manusia Indonesia, prestasi keduanya menghadirkan harapan baru bahwa generasi muda Bangka Belitung memiliki kapasitas untuk tampil di panggung nasional sekaligus menjadi calon pemimpin masa depan yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, persatuan, dan semangat pengabdian kepada bangsa serta negara. | BEkspress.Com | */Redaksi | *** |

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments