HomeSportDaerah Nasional DuniaRajo Ameh Dukung Target Tiga Besar Beltim di Porprov VII

Rajo Ameh Dukung Target Tiga Besar Beltim di Porprov VII

BabelEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Direktur Eksekutif Pinang Merah Indonesia, Rajo Ameh, mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Belitung Timur memberikan dukungan moral dan doa kepada kontingen daerah yang akan berlaga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Kepulauan Bangka Belitung 2026.

Ia berharap, di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi, perjuangan para atlet Beltim mampu mengantarkan daerah tersebut menempati posisi tiga besar.

Pernyataan itu disampaikan Rajo Ameh menyikapi persiapan kontingen Kabupaten Belitung Timur yang terus dimatangkan menjelang pelaksanaan Porprov VII.

Menurutnya, target prestasi harus tetap diperjuangkan dengan seluruh kemampuan yang dimiliki, sementara persoalan teknis dan keterbatasan yang ada perlu dihadapi secara bersama-sama.

“Mari kita sama-sama berdoa. Dengan segala keterbatasan dan kemampuan yang ada, semoga cita-cita untuk menduduki posisi ketiga dalam Porprov VII Babel tahun 2026 di Kota Pangkalpinang bisa terwujud,” ujar Rajo Ameh.

Ia menegaskan, perjuangan menuju prestasi bukan hanya tanggung jawab atlet.

Seluruh unsur yang terlibat, mulai dari pemerintah daerah, KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih, keluarga atlet, masyarakat hingga dunia usaha, memiliki peran masing-masing dalam memberikan dukungan.

Menurut Rajo Ameh, keterbatasan tidak seharusnya menjadi alasan untuk kehilangan semangat. Justru dalam kondisi tersebut diperlukan kerja keras, kekompakan, disiplin, serta kemauan untuk memberikan kemampuan terbaik.

“Apapun itu, berjuang, berusaha, berupaya adalah kewajiban kita semua,” ungkapnya.

Dukungan tersebut disampaikan ketika persiapan kontingen Beltim menghadapi Porprov VII terus memasuki tahap konsolidasi.

Sebelumnya, Panitia Kontingen Porprov VII Beltim menggelar rapat koordinasi bersama Pengurus Kabupaten/Asosiasi Kabupaten (Pengkab/Askab) cabang olahraga dan seluruh struktur kepanitiaan di Ruang Rapat Bupati Beltim, Jumat (4/9/2026).

Rapat tersebut dipimpin Ketua Panitia Kontingen Porprov VII Beltim Khairil Anwar yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Beltim.

Pertemuan dihadiri Ketua DPRD Beltim Fezzi Uktolseja, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Amrizal, Ketua Umum KONI Beltim Hendro, Sekretaris KONI Beltim Ferizal, pengurus cabang olahraga, pelatih, serta jajaran kepanitiaan.

Dalam rapat tersebut, Khairil menekankan pentingnya pengelolaan kontingen secara bersama-sama.

Setiap unsur, mulai dari kepanitiaan, Dinas Kepemudaan dan Olahraga, KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih hingga atlet, diminta memiliki tanggung jawab yang sama terhadap persiapan dan penggunaan anggaran.

See also  Kades Cup VI Simpang Tiga Berakhir ; Harapan Baru Olahraga Voli

Persoalan keuangan juga menjadi perhatian. Khairil meminta pengelolaan anggaran dilakukan secara hati-hati dan transparan agar seluruh dana benar-benar digunakan untuk kepentingan kontingen.

“Hal-hal yang menyangkut keuangan ini harus lebih hati-hati. Saya tidak ingin ada persoalan atau indikasi lain di kemudian hari. Kita tidak mencari keuntungan dari kegiatan ini,” tegas Khairil.

Sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi, kontingen telah menyiapkan rekening khusus. Rekening tersebut diharapkan dapat memastikan dana yang diterima maupun digunakan tercatat dan disalurkan sesuai peruntukannya, termasuk memenuhi hak para atlet.

“Kita sudah membuat rekening atas nama kontingen. Saya tidak suka kalau uang untuk atlet dipotong-potong. Jadi betul-betul harus tersalurkan kepada yang berhak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua KONI Beltim Hendro menyampaikan bahwa kontingen yang dipersiapkan untuk Porprov VII berjumlah 352 orang. Namun, anggaran daerah baru dapat menanggung 330 orang, terdiri atas 310 atlet dan pelatih serta 20 orang panitia.

Di luar jumlah tersebut, sekitar 30 atlet direncanakan berangkat melalui jalur mandiri. Mereka tetap diupayakan mengikuti Porprov karena dinilai memiliki potensi dan merupakan bagian dari hasil pembinaan masing-masing cabang olahraga.

Kebutuhan yang belum tertanggung melalui anggaran daerah kemudian diupayakan melalui sponsorship. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan kontingen sehingga para atlet tetap dapat berkompetisi secara optimal.

Selain kebutuhan personel, masih terdapat kebutuhan peralatan pertandingan dan perlombaan yang nilainya mencapai sekitar Rp700 juta lebih. Kebutuhan tersebut menjadi salah satu pekerjaan yang harus segera dicarikan solusi menjelang pelaksanaan Porprov.

Hendro menilai keberadaan atlet mandiri juga menunjukkan semangat cabang olahraga dan keluarga dalam mempertahankan hasil pembinaan.

Sejumlah orang tua bahkan bersepakat membantu memberangkatkan anak-anak mereka agar tetap dapat bertanding.

“Sayang kalau anak-anak ini tidak berangkat sementara potensi dan peluang mereka ada. Orang tua mereka bersepakat untuk memberangkatkan secara mandiri,” ungkap Hendro.

Sekretaris KONI Beltim Ferizal turut mengapresiasi semangat tersebut. Menurutnya, keberanian cabang olahraga dan keluarga mempertahankan atlet yang telah dibina menunjukkan adanya komitmen untuk menjaga kesinambungan prestasi olahraga daerah.

See also  Dave Williams Defeated in Spectacular Motorcross Final

Pengalaman sebelumnya juga menjadi motivasi. Ferizal menyebut terdapat atlet Beltim yang pernah berangkat secara mandiri dan kemudian mampu meraih prestasi di tingkat yang lebih tinggi.

“Ini yang kita apresiasi. Mereka sudah membina atlet dan tim. Ketika peluangnya ada, mereka berusaha agar atlet tetap bisa bertanding,” ujarnya.

Di tengah berbagai persiapan tersebut, target prestasi tetap menjadi perhatian utama. Dari 26 cabang olahraga yang dipertandingkan, Kabupaten Beltim diproyeksikan mengikuti sekitar 22 cabang olahraga.

Khairil meminta pengurus cabang olahraga, pelatih dan atlet memperkuat koordinasi. Setiap cabang olahraga diharapkan mampu memaksimalkan peluang untuk menyumbangkan medali bagi kontingen.

“Kita usahakan semaksimal mungkin. Kalau hasilnya bisa lebih tinggi, kita genjot lagi. Ketua cabor, pelatih dan atlet harus benar-benar berkolaborasi untuk mencapai satu tujuan,” kata Khairil.

Ia menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi semangat perjuangan. Seluruh unsur kontingen justru diminta bekerja lebih efektif, disiplin dan bertanggung jawab terhadap tugas masing-masing.

“Kalau memang target kita tiga, kita kuatkan supaya tiga. Yang penting semua bergerak bersama dan bertanggung jawab terhadap apa yang sudah dipercayakan,” ujarnya.

Optimisme tersebut mendapat dukungan Rajo Ameh. Ia menilai target tiga besar harus dijadikan motivasi bersama, bukan sekadar angka yang tercantum dalam perencanaan kontingen.

Menurutnya, perjuangan atlet di arena pertandingan merupakan representasi dari semangat masyarakat Belitung Timur. Karena itu, masyarakat diharapkan memberikan dukungan positif agar para atlet dapat bertanding dengan penuh percaya diri.

Rajo Ameh juga mengingatkan bahwa hasil pertandingan pada akhirnya ditentukan oleh perjuangan di arena. Atlet harus fokus berlatih, menjaga kondisi fisik, mengikuti arahan pelatih, dan tampil maksimal ketika pertandingan berlangsung.

Dukungan masyarakat, menurutnya, dapat menjadi energi tambahan bagi para atlet. Sorakan, doa, perhatian, dan penghargaan terhadap perjuangan atlet merupakan bagian dari ekosistem olahraga yang tidak kalah penting dibandingkan dukungan material.

Porprov VII juga menjadi momentum untuk melihat sejauh mana pembinaan olahraga di Belitung Timur telah berkembang.

See also  Beltim Jaga Kearifan Lokal ; Nilai-Nilai di Balik Lomba Begura & Milut

Keikutsertaan atlet bukan semata-mata mengejar medali, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengukur kemampuan, pengalaman bertanding, dan kesiapan generasi atlet daerah.

Jika target tiga besar dapat diwujudkan, pencapaian tersebut tentu menjadi kebanggaan bagi masyarakat Beltim. Namun, apa pun hasil akhirnya, proses perjuangan para atlet tetap harus dihargai.

Sebab, prestasi olahraga tidak lahir dalam waktu singkat. Di balik seorang atlet yang berdiri di podium terdapat proses latihan panjang, pengorbanan keluarga, dedikasi pelatih, pembinaan klub dan cabang olahraga, serta dukungan berbagai pihak.

Karena itu, momentum Porprov VII harus dimanfaatkan untuk memperkuat fondasi pembinaan olahraga Beltim dalam jangka panjang. Atlet potensial perlu dipertahankan, fasilitas perlu terus dikembangkan, dan pola pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan.

Di sisi lain, pengelolaan kontingen juga harus tetap mengedepankan transparansi dan akuntabilitas. Dukungan anggaran pemerintah maupun sponsorship harus diarahkan secara tepat agar memberikan manfaat nyata kepada atlet dan seluruh kebutuhan pertandingan.

Pelaksanaan Porprov VII yang dijadwalkan berlangsung di Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Bangka Tengah pada November 2026 akan menjadi panggung bagi atlet Beltim untuk menunjukkan hasil pembinaan selama ini.

Kini, seluruh perhatian tertuju kepada para atlet yang akan membawa nama Belitung Timur. Tantangan di depan tentu tidak ringan. Namun, kerja keras, persatuan, disiplin, dan dukungan masyarakat menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan.

Rajo Ameh mengajak masyarakat tidak berhenti memberikan dukungan hingga pertandingan selesai.

“Mari kita sama-sama berdoa,” pesannya.

Harapan tersebut menjadi penyemangat bahwa perjuangan menuju posisi tiga besar bukan hanya milik atlet dan kontingen, melainkan menjadi perjuangan bersama masyarakat Belitung Timur.

Pada akhirnya, medali memang diperebutkan di arena. Tetapi semangat untuk meraihnya tumbuh dari dukungan banyak pihak.

Dengan segala keterbatasan dan kemampuan yang ada, satu pesan tetap relevan: berjuang, berusaha, dan berupaya adalah kewajiban bersama. Selebihnya, biarkan kerja keras dan doa mengiringi perjuangan atlet Belitung Timur di Porprov VII Babel 2026. | BabelEkpress.Com | */Redaksi | *** |

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments