HomeBabelAlarm Jelang Natal & Tahun Baru, Inflasi Beltim Capai 3,33 Persen

Alarm Jelang Natal & Tahun Baru, Inflasi Beltim Capai 3,33 Persen

BabelEkspress.Com | JSCgroupmedia ~ Kabupaten Belitung Timur (Beltim) mencatatkan inflasi year on year (y-o-y) sebesar 3,33 persen pada Oktober 2025, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai angka 106,77.

Angka ini disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Beltim dalam rilis resmi mereka pada Senin (3/11/2025) lalu.

Kenaikan inflasi ini dipicu oleh beberapa faktor, yang salah satunya adalah meningkatnya harga pada kelompok pengeluaran tertentu, seperti perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 9,82 persen.

Kelompok lain yang turut berkontribusi pada inflasi adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau, dengan kenaikan sebesar 6,89 persen.

Dwi Widiyanto, Kepala BPS Beltim, menjelaskan bahwa meskipun inflasi secara tahunan menunjukkan angka yang relatif terkendali, tekanan inflasi lebih terasa pada pergerakan harga dalam jangka pendek.

“Secara month-to-month, inflasi Kabupaten Beltim pada Oktober 2025 tercatat mencapai 1,08 persen. Sedangkan secara year to date (ytd), inflasi tercatat sebesar 2,27 persen,” terang Dwi.

Peningkatan harga pada komoditas-komoditas yang banyak dikonsumsi masyarakat ini, lanjut Dwi, mencerminkan adanya pergerakan harga yang dinamis, yang mempengaruhi daya beli masyarakat di beberapa sektor.

Meskipun begitu, inflasi Beltim masih berada dalam rentang yang ditargetkan Pemkab Beltim, yakni di bawah 3,5 persen pada akhir tahun 2025.

Namun, dengan dua bulan terakhir yang akan dihadapi hingga akhir tahun, Dwi mengingatkan bahwa menjaga stabilitas harga tetap menjadi tantangan besar.

“Perkembangan ini menunjukkan bahwa kita masih harus menjaga stabilitas harga, apalagi dengan adanya potensi peningkatan permintaan masyarakat menjelang akhir tahun, khususnya dalam menghadapi momen-momen besar seperti Natal dan Tahun Baru,” imbuhnya.

Pemerintah Siapkan Langkah Proaktif

Merespons perkembangan inflasi yang cukup signifikan ini, Ida Lismawati, Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Administrasi Umum Setda Beltim, yang hadir mewakili Bupati Beltim, menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.

See also  Sinergi Polri Wujudkan Mudik Aman & Humanis di Belitung Timur

“Ketersediaan dan distribusi bahan pokok menjadi kunci utama dalam pengendalian inflasi. Kita harus memastikan kebutuhan dasar masyarakat, seperti beras, ayam, sayur, dan ikan segar, tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau,” ungkap Ida.

Ida juga menyoroti pentingnya koordinasi antar instansi dan pelaku usaha dalam menghadapi potensi lonjakan harga menjelang akhir tahun.

“Kami mengajak seluruh pihak untuk memperkuat koordinasi dan melaksanakan langkah-langkah pengendalian inflasi yang terstruktur, seperti operasi pasar dan gerakan pangan murah secara rutin,” tambah Ida.

Dalam kesempatan ini, Ida juga menyarankan untuk lebih mengoptimalkan produksi pangan lokal, yang dinilai sebagai solusi efektif untuk memastikan pasokan tetap aman dan harga tetap stabil.

“Salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan luar daerah adalah dengan mendukung dan mendorong produksi pangan lokal, yang dapat menjadi solusi untuk memperkuat ketahanan pangan daerah,” paparnya.

Kolaborasi untuk Kesejahteraan Ekonomi Daerah

Dalam menghadapi tantangan inflasi ini, pemerintah daerah bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah strategis guna menjaga kestabilan harga.

Pemerintah Kabupaten Beltim akan mengoptimalkan program stabilisasi pangan dan pengendalian harga agar kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau, tanpa mengabaikan aspek kesejahteraan ekonomi masyarakat secara keseluruhan.

“Selain itu, penting juga bagi kami untuk memperkuat komunikasi harga dengan masyarakat, agar tidak terpengaruh oleh isu-isu atau spekulasi harga yang dapat memperburuk situasi inflasi. Kejelasan informasi harga akan memberikan rasa aman kepada konsumen,” tutup Ida.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemkab Beltim berharap dapat mengendalikan inflasi dengan efektif hingga akhir tahun, sehingga perekonomian daerah tetap stabil, dan daya beli masyarakat tidak terganggu.

Inflasi yang tetap terkendali akan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Beltim ke depan. | BabelEkspress.Com | */Redaksi | *** |

RELATED ARTICLES

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments